Jangan Terlalu Sering Membersihkan Telinga dan Ketahui Waktu yang Tepat

Memiliki kotoran di dalam telinga adalah hal yang normal, itu berarti telingamu masih berfungsi dengan baik untuk mendengar. Namun kamu juga harus waspada dengan kotoran yang menumpuk, ini karena bisa membawa masalah. Maka dari itu, kamu juga perlu untuk membersihkan kotoran telinga di waktu yang tepat.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, adanya kotoran telinga sebenarnya baik untuk kesehatan indera pendengaran, namun dalam jumlah yang tidak berlebihan yaitu normal. Kotoran telinga sendiri berfungsi sebagai zat pembersih alami yang bergerak dari dalam kea rah luar saluran. Kotoran ini membantu untuk meluruhkan sel kulit mati, rambut, dan kotoran di sepanjang saluran telinga.

Terdapat sebuah tes yang menyatakan bahwa kotoran telinga memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Jika hanya terdapat sedikit kotoran di telinga, justru akan membuat telinga gatal, terasa kering, dan tidak nyaman. Walau begitu, saluran telinga yang memiliki banyak kotoran juga tidak baik.

Menurut American Academy of Otolaryngolory—Head and Neck Surgery (AAO-HNS), telinga tidak perlu sering-sering dibersihkan. Ini karena kotoran telinga biasanya akan jatuh dan keluar dengan sendirinya. Kotoran telinga juga mengandung zat asam yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Dianjurkan, bahwa kotoran telinga hanya perlu diangkat jika menyebabkan masalah yang ditandai dengan telinga terasa sakit, pusing, batuk, sensasi penuh di telinga, telinga berdenging, kotoran telinga berbau tidak sedap. Jangan lupakan untuk membersihkan bagian cuping telinga dan juga bagian luar telinga dengan lembut. Untuk tambahan, kamu bisa menggunakan 2 sampai 3 tets baby oil, minyak mineral, atau gliserin untuk melembutkan kotoran agar mudah diangkat.

Sumber :