Jenis Gangguan Mental yang Bisa Sebabkan Seseorang Menjadi Insomnia

Masalah gangguan tidur (sulit tidur), memang terkadang sering disepelekan. Padahal dampaknya bisa langsung terasa keesokan harinya. Tubuh akan menjadi lebih lelah, mengantuk, dan juga tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Insomnia sendiri adalah gangguan tidur yang ditandai dnegan kesulitan memulai tidur, lalu sering terbaun saat malam hari dan sulit untuk kembali tidur.

Bukan hanya penyakit, insomnia juga bisa menjadi gejala awal dari suatu penyakit. Jika diikuti dengan masalah kesehatan lain, insomnia ini bisa disebut dengan insomnia primer yang terjadi karena penggunaan alkohol atau efek samping penggunaan obat. Terdapat juga insomnia sekunder yang bisa terjadi karena kondisi medis tertentu seperti penyakit asma, radang sendi, dan masalah mental.

Nah, beberapa masalah mental yang menyebabkan gejala insomnia ini di antaranya terdapat depresi. Tiga perempat pasien depresi memiliki gejala insomnia yang mana ini bisa berdampak besar pada kualitas hidup dan mendorong pasien untuk melakukan percobaan bunuh diri. Depresi sendiri merupakan gangguan mood yang bisa menyebabkan seseorang merasa sedih, putus asa, tidak berdaya, dan tidak berharga.

Masalah kesehatan lainnya adalah gangguan kecemasan. Hampir 90% orang dewasa dengan gangguan kecemasan melaporkan mengalami gejala insomnia sedang hingga parah. Seseorang yang memiliki gangguan kecemasan akan mudah cemas, mengekspresikannya secara berlebihan, dan juga sulit untuk mengatasinya. Seseorang yang memiliki serangan panik juga bisa menyebabkan insomnia.

Lalu ada gangguan bipolar, yang menyebabkan seseorang mengalami perubahan mood yang ekstrem dari depresi (tertekan) ke mania (aktif tidak terkendali). Episode depresi dan mania yang dideria pasien bisa menyebabkan insomnia. Cara terbaik untuk mengatasi gejala insomnia yang berkaitan dengan masalah menal adalah dengan mengobati masalah mental yang dimiliki.

Sumber :